PATAH TULANG

By | 11 Mei 2019

Tulang patah akibat trauma tentu sangat menyakitkan. Tulang patah atau fraktur adanya putusnya keseluruhan tulang akibat trauma. Tekanan yang kuat dari luar menimbulkan trauma pada jaringan kulit yang sekaligus mengakibatkan tulang patah.  Semakin besar tekanan akan membuat tulang dapat patah lebih dari satu bagian atau membentuk retakan.

Gejala dan Tanda :

-Perubahan bentuk

-Nyeri dan kaku

-Bengkak

-Gangguan Fungsi gerak

-Krepitasi (kertak/derik patah)

-Mungkin terlihat tulang yang patah •

Pemeriksaan Primer

Keselamatan

Respon waktu

Atasi ancaman jiwa

Bantuan perawatan yang sesuai

Cek berkala

Komunikasi PMD (Pelayanan Medik Darurat)

Gambar-Gambar :

…………………………………..

Penanganan patah tulang

•P ertahan posisi korban

•A tasi perdarahan terbuka (bila ada)

•T entukan pola pembidaian

•A wasi ABC

•H ospitalisasi

Pembidaian




Adalah upaya menstabilkan dan menghindari gerakan (immobilisasi) bagian cedera

Prinsip Pembidaian

•Immobilisasi

•Fiksasi

Tujuan

-Mencegah gerakan

-Mengurangi cedera baru

-Mengistirahatkan area cedera

-Mengurangi nyeri area cedera

-Mempercepat penyembuhan

Pedoman Pembidaian

() Informasikan kepada penderita.

()Eksposure

()Nilai GSS dibawah areal patahan

()Siapkan alat-alat

()Membidai sesuai dengan posisi saat ditemukan

()Meliputi dua sendi atau dua tulang

()Lapisi bidai dg bahan lunak

()Ikatan jangan terlalu keras/longgar

()Ikatan cukup jumlahnya / secukupnya

()Nilai GSS kembali

Pola ikatan bidai

K etiak 

P inggul / pergelangan kaki

L utut

A tas patahan / cedera

B awah patahan / cedera

S tabilisasi (prinsip I.F)

……………………………………………………………………………-

@ksr_unwahas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *