BANTUAN HIDUP DASAR DAN ‎RESUSITASI JANTUNG PARU

By | 11 Mei 2019

BHD terdiri dari beberapa cara sederhana yang dapat membantu mempertahankan hidup seseorang untuk sementara.Bila tindakan ini dilakukan sebagai satu kesatuan yang lengkap maka tindakan ini dikenal dengan istilah Resusitasi Jantung Paru ( RJP ). Untuk memudahkan pelaksanaannya maka digunakan akronim A – B – C yang berlaku universal.

Airway control ( Penguasaan Jalan Nafas )

Cara yang dikenal untuk membebaskan jalan napas:

ð  Angkat Dagu Tekan Dahi

      Breathing Support ( Pemberian Nafas Buatan )

Ada beberapa teknik yang dilakukan dalam memberikan bantuan pernapasan

Menggunakan mulut penolong

–          Mulut kemasker RPJ

–          Mulut ke APD

–          Mulut ke mulut atau hidung

Menggunakan alat bantu ( kantung masker berkatup )

Frekuensi pemberian napas buatan:

Dewasa                       : 10 – 12x penapasan/ menit

Anak ( 1 – 8 thn )        : 20x pernapasan/ menit

Bayi ( 0 – 1 thn )         : lebih dari 20x pernapasan/ menit

Bayi baru lahir             : 40x pernapasan/ menit

Cirlculatory Support ( Bantuan Sirkulasi Darah )

Penekanan dilakukan pada garis tengah tulang dada 2 jari diatas pertemuan lengkung iga kiri dan kanan (TAJU PEDANG). Keadaan penekanan disesuaikan dengan kelompok usia penderita:

Dewasa                 : 4-5 cm

Anak dan Balita    : 3-4 cm

Bayi                       : 1,5 – 2,5 cm

GAWAT DARURAT

      Bila kita membicarakan hal tentang pertolongan pertama dalam keadaan gawat darurat maka yang harus diperhatikan adalah bagaimana situasi dan kecepatan tindakan dalam melakukan pertolongan pertama pada saat kejadian.

Situasi ini sangat penting dalam mewujudkan tujuan pertolongan pertama tersebut yaitu dalam hal evakuasi korban secara cepat dan alat-alat yang biasa digunakan dalam evakuasi misalnya pembuatan tandu untuk membawa korban ke tempat yang lebih aman.

Contoh-Contoh Kasus :

–          Pingsan

–          Luka Tusuk Dalam dan Luar

–          Patah Tulang

–          Hipotermia

Hipotermia Ringan : 35-32°C

Hipotermia Sedang : 32-30°C

Hipotermia Berat   : dibawah 30°C

INGAT…..!!!!!!

P : PASTIKAN SI PENOLONG AMAN

A : AMANKAN SI KORBAN

T : TANDAI TEMPAT KEJADIAN

U : USAHAKAN MENCARI BANTUAN

T : TINDAKAN PP SEGERA

……………………………………………………………

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *